BORNEONEWS, Tamiang Layang- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, masih kekurangan ruangan rawat inap.
Hal itu disampaikan Direktur RSUD Tamiang Layang Jimmi Hutagalung, saat ditemui wartawan, Senin (17/12/2018).
"Saat ini kita masih kekurangan ruangan rawat inap dari kelas 3, 2, dan 1. Sehingga bila semua ruangan penuh kita harus merujuk pasien ke rumah sakit kabupaten tetangga, maupun sampai ke Provinsi Kalsel," ungkap Jimmi.
Saat ini jumlah tempat tidur yang ada di kelas 3 hanya dapat menampung 37 pasien, untuk kelas 2 ada 20 ruangan, dan kelas 1 ada 14 ruangan.
"Dengan kurangnya ruangan untuk rawat inap berdampak terhadap pasien yang memakai BPJS Kesehatan golongan 3. Sehingga harus mengambil golongan 2 dan begitu juga bila kelas 2 dan 1 penuh. Ini sampai harus di rujuk ke rumah sakit lain," akunya.
--page
Untuk itu, lanjut Jimmi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati Bartim Ampera AY Mebas dan berharap pada 2020 ada penambahan bagunan baru untuk ruang rawat inap kelas 1, 2, dan 3.
"Pembangunan itu nantinya akan dibebankan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK). Untuk 2019 kita hanya mendapat alokasi dana untuk pembangunan intalasi loudrt dan intalasi central sterile supply department (CSSD)," pungkasnya. (PRASOJO EKO/B-3)








