PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palangka Raya ternyata banyak yang nunggak membayar. Jumlahnya bahkan mencapai ribuan. Jika diuangkan, totalnya berkisar antara Rp11 miliar sampai dengan Rp12 miliar.

"Itu dari sekitar 2.500 sampai 3.000 pelanggan yang nunggak bayar. Kalau total pelanggan 16.000," kata Direktur PDAM Kota Palangka Raya, Budi Harjono, Selasa (18/12/2018).

Ia menuturkan, besaran tunggakan pelanggan bervariasi. Bahkan ada yang mencapai 50 bulan tidak membayar. Oleh sebab itu, dengan launchingnya pembayaran tagihan PDAM Kota Palangka Raya melalui online payment system, ia berharap pelanggan lebih mudah melakukan pembayaran.

Tentunya juga diharapkan tagihan bisa segera dibayar oleh pelanggan. "Penagihan tetap akan kita lakukan. Memang kebanyakan rumahnya kosong. Makanya kita akan bertemu dengan orangnya untuk bagaimana mencari solusi," ungkapnya.

Menurut Budi, dengan banyaknya pelanggan yang nunggak bayar, tugas pihaknya dalam mengembangkan kinerja menjadi terbatas meskipun operasional tetap berjalan normal.

--page

"Kalau tunggakan dilunasi, akan lebih enak mengembangkan kinerja. Kita berharap tunggakan bisa segera dibayar. Sekarang membayar tidak perlu susah harus datang ke kantor PDAM, tapi ke Indomaret sudah bisa," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/B-5)