BORNEONEWS, Sampit - Pelaksanaan program Kampung KB di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata belum sesuai harapan. Berdasarkan pantauan Pemkab Kotim dalam dua tahun terakhir, ada sejumlah kendala pelaksanaan program itu.
"Kami melihat belum adanya kegiatan lanjutan dari pihak terkait. Sehingga, program Kampung KB ini terlihat belum berjalan maksimal," kata Wakil Bupati Kotim, Taufiq Mukri, Selasa (18/12/2018).
Selain itu, kurangnya pemahaman pemangku kepentingan, dan tidak adanya penggerak masyarakat, serta kurangnya sinergitas lintas sektor.
Apalagi selama ini, hanya kegiatan dari KKBPK saja terlihat. Sementara, lintas sektor yang bertanggungjawab terkait program Kampung KB, belum terlihat maksimal dan terkoordinasi baik.
"Untuk menyukseskan Kampung KB, semua sektor harus terlibat. Jadi, bisa mengerjakan program sesuai tupoksinya masing-masing," pesan Taufiq.
Diharapkan, nantinya Kampung KB bisa berubah menjadi kampung yang sejahtera, serta memiliki masyarakat mandiri. Tentunya, dengan tujuan pengentasan kemiskinan, angka kelahiran menurun, dan jumlah penduduk terkendali, dalam rangka mewujudkan keluarga bahagia. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








