BORNEONEWS, Kasongan - Bupati Katingan Sakariyas mengatakan, murahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit akhir-akhir ini dikhawatirkan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan di perusahaan perkebunan besar swasta (PBS) di daerahnya.
"Banyak dampaknya akibat murahnya harga kelapa sawit ini, salah satunya adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan perkenunan sawit," ujar Bupati Katingan Sakariyas kepada borneonews.co.id, belum lama ini.
Walaupun diakuinya hingga saat ini ia belum menerima laporan terkait PHK terhadap karyawan kelapa sawit di daerahnya.
Untuk itu orang nomor satu di Bumi Penyang Hinje Simpei ini berharap harga TBS sawit segera membaik atau normal kembali.
"Sekarang lapangan pekerjaan itu terbatas, dan selama ini perkebunan kelapa sawit di wilayah kita cukup banyak menyerap tenaga kerja, makanya yang kita khawatirkan kalau harga sawit terus-terusan dihargai murah bukan tidak mungkin ada perusahaan yang mengurangi jumlah karyawannya," kata Bupati.
--page
Di Katingan, kata Bupati, ada sejumlah perusahaan besar swasta (PBS) bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit yang menanamkan modalnya. (ABDUL GOFUR/B-5)








