BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS), akan menggenjot ekspor minyak sawit mentah (CPO) pada tahun depan demi meningkatkan kinerja keuangan.
"Pada kuartal I tahun depan. perseroan akan mulai melakukan roadshow ke sejumlah negara untuk mencari pasar ekspor baru. Negara yang dituju antara lain Laos, Kamboja, Nepal, Myanmar, Uzbekistan, dan Bulgaria," kata Chief Executive Officer Sawit Sumbermas Sarana, Vallauthan Subraminam, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (18/12/2018).
Diperkirakan pada kuartal II/2019, menurut Vallauthan, pihaknya sudah memiliki pasar ekspor baru.
"Dalam 2 bulan terakhir, kontribusi ekspor perseroan mencapai 70% dari total keseluruhan. Hal tersebut dilakukan karena melemahnya permintaan domestik akibat turunnya harga CPO dan menguatnya dolar Amerika Serikat sehingga perseroan memilih menggencarkan ekspor," papar dia.
Tahun lalu kontribusi pasar ekspor mencapai 52%. Hingga saat ini, perseroan mengekspor CPO ke China dan India.
--page
Vallauthan memperkirakan, meningkatnya kontribusi ekspor bisa mengerek kinerja perseroan tahun depan yang diprediksi lebih rendah dibandingkan dengan tahun ini.
"Di sisi lain, pendapatan SSMS per September 2018 mencapai Rp2,97 triliun. Nilai itu meningkat 24,87% yoy dari sebelumnya Rp2,38 triliun," ujarnya.
Namun, kenaikan beban umum dan administrasi, beban keuangan, dan pajak penghasilan badan membuat laba bersih perseroan terpangkas. Per September 2018, laba bersih SSMS turun 41,52% yoy menuju Rp363,40 miliar dari sebelumnya Rp616,36 miliar. (NEDELYA RAMADHANI/m)








