BORNEONEWS, Buntok– Dinas Perdagangan Koperasi (Disperindagkop UKM) Kabupaten Barito Selatan memastikan pasokan gas elpiji 3 kilogram aman menjelang Natal dan tahun baru.
“Hal itu kita pastikan setelah melakukan pengecekan ke beberapa pangkalan gas elpiji. Karena stoknya aman sampai Natal dan tahun baru mendatang,” kata Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Barito Selatan Junaidi kepada Borneonews, Rabu (19/12/2018).
Ia melanjutkan, kouta gas elpiji 3 kilogram untuk Barsel pada tahun ini sebanyak 1.717 MT atau 572.405 tabung.
Pihak Pertamina menjanjikan jumlah itu masih bisa ditambah jika ada kekurangan gas elpiji bersubsidi.
Untuk itu, Junaidi meminta masyarakat tidak khawatir sebab gas elpiji 3 kilogram aman untuk beberapa bulan ke depan.
--page
Apalagi saat ini pembeli gas elpiji 3 kilogram harus melampirkan fotocopi KTP. Sehingga tidak semua masyarakat bisa membelinya.
Hal itu merupakan syarat yang ditetapkan PT Pertamina untuk meminimalisasi salah sasaran.
Artinya, gas elpiji 3 kilogram bersubsidi khusus diperuntukan bagi warga kurang mampu. Bagi yang statusnya ASN atau masyarakat mampu tidak akan bisa membeli gas bersubsidi tersebut.
Senada dengan Junaidi, Perwakilan PT Pertamina Domestik Gas Area Kalimantan, pangkalan di Kota Buntok, Hardiana, juga memastikan bahwa gas elpiji 3 kilogram aman hingga beberapa bulan ke depan.
“Staok gas elpiji 3 kilogram aman dan harganya tidak mengalami kenaikkan,” ucap dia.
Ia menambahkan, untuk harga gas elpiji 3 kilogram di pangkalan ditetapkan Rp18 ribu. Namun bagi yang meminta diantar ke rumah harganya naik jadi Rp20 ribu per tabung. (URIUTU DJAPER/B-3)








