BORNEONEWS, Muara Teweh- Asisten Direktur Yayasan Kalawiet Suhartono, mengimbau masyarakat yang melihat kejadian atau satwa yang anak ataupun ibunya dibunuh supaya segera melapor ke BKSDA atau Yayasan Kalawiet. Tujuannya supaya segera ditangani.
“Karena kalau mereka pelihara satwa tersebut, kadang mereka tidak tahu bagaimana cara memelihara satwa itu. Dan kadang-kadang satwa yang mereka pelihara tersebut bisa mati dan bisa terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya, Rabu (19/12/2018).
BKSDA Kalteng SKW III, lanjut dia, menitipkan satu ekor satwa atau binatang jenis beruk (macaca pegensis) yang diperkirakan berusia kurang lebih 4 tahun kepada Yayasan Kalawiet. Satwa itu diserahkan oleh warga.
Satwa liar yang diserahkan dititipkan di tempat rehabilitasi satwa Yayasan Kalaweit yang merupakan kawasan konservasi dilindungi. Lokasinya di Dusun Pararwen.
Tujuan penitipan satwa itu agar menjalani rehabilitasi dan mendapatkan perawatan medis. Sebab, ketika diserahkan warga, kondisi satwa dalam keadaan sakit.
--page
“Setelah direhabilitasi dan dianggap layak untuk dilepasliarkan, maka satwa dilindungi dan satwa yang tidak dilndungi ini akan kita dilepasliarkan kembali ke alam bebas sesuai dengan habitatnya," ujar dia. (RAMADANI/B-3)








