SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah H Heriansyah berang dengan penambangan di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur yang dianggap sebagai biang perusak proyek multiyears di sana.

Menurut Heriansyah, proyek jalan yang dikerjakan melalui multiyears provinsi pada 2018 tidak lagi dirasakan masyarakat di sana. Padahal anggaran untuk kegiatan itu mencapai Rp72,3 miliar yang berlokasi di Desa Tumbang Sanggai, Kecamatan Telaga Antang hingga wilayah Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotim.

"Terus terang saya sangat kecewa, selain merusak jalan kegiatan pengangkutan kayu di sana juga sangat berbahaya. Mereka melewati jalan milik pemerintah," kata Heriansyah, Kamis (21/12/2018).

Meski kegiatan itu legal, kata dia, tidak seharusnya menggunakan fasilitas yang dibuat dengan dana APBD Provinsi yang diarahkan untuk dinikmati masyarakat tersebut.

"Lokasi industrinya ada di Bajarau Kecamatan Parenggean sehingga sudah pasti melalui jalan negara, IPk kayu di Kecamatan Telaga Antang dan Antang Kalang," tegas Heriansyah.

--page

Menurut Heriansyah, kayu diangkut dengan menggunakan truk bak terbuka. Mereka dengan leluasa membawa kayu itu tanpa ada pengawasan dari pihak terkait. Sehingga jika demikian, sampai kapanpun jalan di sana tidak akan pernah baik jika setelah diperbaiki justru dimanfaatkan oleh pihak swasta seperti itu. (NACO/B-2)