BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, h Abdul Sahid mendesak pemerintah kabupaten menyikapi persoalan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram.
Saat ini, kelangkaan tabung gas elpiji itu tidak hanya di pedalaman tetapi juga di perkotaan. Kondisi ini tidak bisa didiamkan begitu saja.
"Kami mendorong pemerintah kabupaten untuk bersikap cepat menangani persoalan ini,“ kata Abdul Sahid, Kamis (20/12/2018).
Dia menambahkan, selain langka, harganya pun melambung tinggi jika barangnya tersedia. Kondisi ini menyulitkan masyarakat yang membutuhkan.
Abdul Sahid mengatakan pemerintah mesti bertanggung jawab dengan kelangkaan ini. Salah satunya menekan pihak Pertamina. Sebab, beberapa tahun lalu pemerintah gencar menyosialisasikan program konversi dari minyak tanah ke gas.
Jangan sampai ketika masyarakat sudah semuanya beralih ke gas, justru pasokannya tidak siap. Program konversi dari mitan ke gas itu harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan oleh pemerintah daerah hingga Pertamina.
Solusi pertama yang bisa dilakukan, yakni membentuk tim pengawasan distribusi ini menghindari adanya permainan atau penimbunan gas bersubsidi. (NACO/B-11)








