SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Artisanal Gold Counsil (AGC) Canada bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Kartini, mengenalkan teknologi baru bagi penambang emas. Agar aktivitas pertambangan lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan merkuri. 

Teknologi tersebut dinamai metode protasi, sebagai pengganti ekstrak emas menggunakan merkuri. Teknologi itu segera diterapkan AGC Canada di Pudu Jaya, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sebagai percontohan. Pudu Jaya merupakan lokasi penambang emas rakyat. 

"Kami perkenalkan metode ini sebagai upaya agar para pelaku pertambangan emas rakyat tidak lagi menggunakan mercuri dalam melakukan ekstrak emas," ujar Diputi Program Manager AGC Canada Darlis Nasution, Kamis (20/12/2018). 

Metode baru yang digunakan baru ada di Kotim. Metode tersebut akan lebih menguntungkan bagi para pelaku pertambangan rakyat. Sebab, jika ekstrak emas dilakukan dengan menggunakan mercuri, emas yang didapat hanya 40%. Namun dengan metode protasi, hasilnya akan bertambah dua kali lipat atau hingga 80%. 

"Bahkan kelebihannya adalah lebih ramah lingkungan dan tidak berdampak pada pencemaran seperti merkuri," kata Darlis.

--page

Ia berharap tidak ada lagi pertambangan rakyat di Kotim bahkan di Indonesia yang menggunakan merkuri. Sehinga tidak adalagi pencemaran lingkungan. Penambang menjadi sejahtera, lingkungan sehat, dan perempuan tidak lagi mengalami diskriminasi dalam segala aspek di sektor tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)