SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sungguh mengejutkan, hingga akhir tahun ini, ternyata masih ada sejumlah desa yang serapan anggaran dana desanya mssih 0%.

Hal itupun menjadi perhatian pemerintah daerah yang langsung menggelar evaluasi penggunaan APB desa tahun anggaran 2018.

Rapat evaluasi tersebut dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sampit, yang dihadiri seluruh kepala desa beserta perangkatnya yang ada di Kotim ini.

"Rapat evaluasi ini kami lakukan secara mendadak, karena ternyata masih ada desa yang penyerapan anggarannya masih 0%. Dan itu baru kami ketahui," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Kotim Hawianan, Jumat (21/12/2018).

Dengan adanya hal itu, maka evaluasi yang dilakukan pihaknya tersebut sebagai upaya untuk dapat mencari tahu apa penyebab dari minimnya serapan sejumlah desa itu. Karena selama ini tidak ada desa yang berkonsultasi terkait hal itu.

"Jadi hari ini satu hari penuh kami ingin mendengarkan penjelasan para kepala desa yang minim serapan, dengan harapan ada solusi yang akan diberikan nanti," ungkap Hawianan.

Dirinya tidak dapat menyebutkan desa mana saja yang serapan minim tersebut. Namun cukup banyak dialamai beberapa desa. Padahal selama ini anggaran untuk pembangunan di desa sudah di berikan kepada masing-masing desa.

"Harusnya minimal serapan yang dilakukan desa mencapai 70% dalam setahun. Namun saat ini masih ada beberapa desa yang belum mencapai hal tersebut," terang Hawianan. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)