BORNEONEWS, Palangka Raya - Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya meminta pemerintah menjaga petani dari aksi kampanye hitam sehingga berdampak anjloknya harga sawit.
Ketua Dema IAIN Palangka Raya Kamil Rinzani menyebut, kampanye anti sawit hanya membuat petani lokal sawit semakin kesusahan.
"Melihat hal ini, kampanye negatif terhadap industri sawit Indonesia, sudah sangat mengganggu dan berdampak luas terhadap neraca perdagangan," ujarnya.
Karena itu, pesan dia, pemerintah agar menjaga kesejahteraan petani sawit lokal.
"Kampanye negatif ini membuat produk sawit Indonesia, termasuk petani lokal Kalteng tercoreng, jangan semena-mena dan melakukan segala cara untuk memenangkan persaingan dagang, tentu ini kultur yang harus dibasmi bersama-sama," tambahnya.
--page
Sementara itu, Koordinator Forum Indonesia Muda (FIM) Kalteng Samsuri menyayangkan adanya pihak yang kampanye anti sawit hingga aksinya sudah berdampak luas.
"Saya apresiasi kepada mereka bila kepentingannya untuk kesejahteraan masyarakat. Namun saya sangat tidak setuju apabila LSM anti sawit memanfaatkan isu bahwa perkebunan kelapa sawit berdiri setelah merusak hutan," ujar Samsuri.
Apalagi, lanjut dia, kalau dengan isu tersebut dimanfaatkan untuk mengais keuntungan finansial pribadi maupun kelompok tertentu dari sejumlah pihak.
Kemarin (20/12/2018), ratusan orang yang terdiri dari aktivis dan petani sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) demo ke DPRD setempat. Mereka geram karena kampanye anti sawit sudah berdampak pada rendahnya harga komoditas tersebut.
Saat ini, kata Gahara, koordinator aksi, harga sawit hanya di kisaran Rp300 hingga Rp500 saja. Harga itu sangat jauh dari harga sebiji pentol. Sehingga membuat kalangan petani menjerit.
--page
"Petani memilih tidak melakukan pemanenan karena tidak mencukupi dengan biaya panen yang lebih besar dari hasilnya, harga sawit turun bebas, bagaimana petani menghidupi keluarga mereka," kata dia.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran juga geram atas aksi yang sering dilancarkan oknum LSM anti sawit. "Saya akan melawan LSM dan oknum lainnya yang ingin merusak citra positif produk asli dari petani lokal kita," ucapnya, di Palangka Raya, Rabu (5/12/2018). (GAZALI/B-5)








