SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo  mengakui, kontribusi dari sektor perkebunan kepada APBD Kotim itu sangat kecil. Padahal keberadaan investasi itu cukup besar di daerah ini.

Maka dari itu, kata dia, tidak salah jika pemerintah menekankan di pelaksanaan CSR di daerah sekitar investasi perusahaan itu harus benar-benar terlaksana sesuai apa yang jadi keinginan bersama.

Dia mengaku sangat ironis jika daerah tidak mendapat manfaat langsung dalam bentuk retribusi dari tingginya aktivitas sektor perkebunan yang saat ini mendominasi investasi di daerah ini.

Kondisi ini tentunya menurut dia merugikan masyarakat luas karena tingkat kerusakan jalan yang begitu cepat harus ditanggung anggaran daerah untuk memperbaikinya. Akibatnya, anggaran untuk sektor lain yang dibutuhkan masyarakat menjadi berkurang.

"Bayangkan saja dari 30 jenis retribusi dan 11 pajak yang ada, tidak ada disebutkan tentang retribusi sektor kelapa sawit sehingga kita tidak dapat masukan dari sektor ini," kata dia Sabtu (22/12/2018).

--page

Padahal, kata dia, perkebunan sawit di daerah kita sangat luas, bahkan anggaran untuk pembangunan bisa digenjot dari sektor itu. Namun hal tersebut tidak sesuai dengan harapan.

"Investasinya saja besar, pembagian untuk daerah sangat tidak adil," pungkasnya. (NACO/B-2)