BORNEONEWS, Sampit - Ambruknya betang wisata Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memang diakibatkan tekanan angin kencang, bukan puting beliung.
"Melihat kondisinya, itu memang akibat angin kencang. Bukan puting beliung," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit Nur Setiawan, Minggu (23/12/2018).
Nur mengungkapkan, melihat dari dampak yang ditimbulkan, angin kencang tersebut diperkirakan diatas 35 knot atau diatas sekitara 70 Km/jam. Bahkan dari data perkiraan angin, terlihat adanya simpul pertemuan angin (daerah konvergensi) di selatan Kalimantan, sekitar Teluk Sampit.
"Cuaca angin kencang diperkirakan masih akan terjadi hingga 25 Desember 2018 mendatang," kata Nur.
Meskipun bukan angin puting beliung, namun masyarakat harus mewaspadainya. Karena cuaca seperti ini bisa saja dampak angin kencang makin bertambah besar. Hal itupun harus menjadi perhatian, dan warga pesisir kurangi aktivitas di tepi pantai.
--page
"Harus menjadi perhatian masyarakat, kurangi beraktivitas di laut dan juga tepi pentai. Karena bisa saja angin kencan akan muncul kembali," ungkap Nur. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








