SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotawaringin Timur (Kotim) berkoordinasi dengan Bupati Kotim Supian Hadi terkait langkah yang akan diambil selanjutnya atas ambruknya Betang Wisata Pantai Ujung Pandaran. 

"Langkah selanjutnya terkait dengan kerusakan betang tersebut, masih kami koordinasikan dengan pimpinan," ujar Kepala Disbudpar Kotim Fajrurrahman, Senin (24/12/2018). 

Saat ini pihaknya sudah menerjunkan tim melakukan pendataan dan mendokumentasikan kondisi terakhir bangunan tersebut. Seperti apa kerusakan yang dialami, sehingga bisa diambil langkah selanjutnya. Apakah diperbaiki dan didirikan kembali, atau membuat bangunan baru. 

"Pembahasan langkah selanjutnya, kita tunggu saja perintah dari pimpinan," lanjut Fajrurrahman. 

Saat ini pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan juga desa di Pantai Ujung Pandaran tersebut. Guna melakukan pembersihan terhadap puing-puing bangunan yang ambruk. Sehingga bisa lebih bersih dan tidak mengganggu daerah tersebut. 

"Yang terpenting tidak ada korban dalam kejadian ini. Dan saya sangat bersyukur saat kejadian tidak ada wisatawan yang berteduh di betang tersebut," ungkap Fajrurrahman. 

Betang atau pendopo di Pantai Ujung Pandaran ambruk dihantam angin kencang. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun betang itu sudah tidak dapat digunakan lagi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)