BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Sejumlah rumah warga di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), diterjang air laut. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/12/2018).
Berdasarkan penuturan Alex, warga Desa Keraya, Senin (24/12/2018), air laut mencapai permukiman penduduk akibat gelombang besar yang disebabkan angin kencang.
Gelombang air laut sempat menggenangi halaman dan bagian bawah rumah panggung miliknya setinggi 1 meter.
"Kejadiannya Minggu (23/12/2018) siang. Rumah saya kebetulan berada di pinggir jalan yang jaraknya sekitar 5-6 meter dari bibir pantai. Itu juga kalo jalan di depan rumah saya enggak tergerus abrasi akibat gelombang," tutur Alex.
Meski demikian, lanjut Alex, kondisi air laut yang menggenangi halaman dan bawah rumahnya hanya belangsung beberapa jam.
--page
"Genangan terjadi saat air laut terbawa gelombang saja. Walau demikian kondisi seperti ini cukup memprihatinkan," ujarnya.
Menurut dia, langkah sementara yang dilakukan baru sebatas membuat barikade dari karung berisi pasir untuk menahan gelombang dan mencegah abrasi.
"Namun langkah taktis yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi abrasi akibat gerusan gelombang laut belum jelas. Kami sebagai masyarakat masih belum tahu. Lantaran kondisi seperti ini selalu berulang setiap tahun, terutama bulan Desember hingga Januari," ucapnya. (KRIDA/B-3)








