SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Imbauan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi agar masyarakat muslim mengisi malam pergantian tahun dengan salat hajat berjemaah, didukung para ulama.

Salah satu ulama yang menyampaikan dukungannya yakni pengasuh Pondok Pesantren Darul Amin Sampit Ustadz Ahmad Rayan Zihdi Abrar.

Ustadz Ahmad menyarankan, malam pergantian tahun dari 2018 ke 2019 hendaknya diisi dengan muhasabah atau introspeksi diri. 

"Saya sangat mendukung imbauan Bupati tersebut. Karena negeri ini perlu banyak orang yang mengingat Pencipta, dibanding melupakannya, dengan perbuatan negatif," ujarnya, Senin (24/12/2018). 

Ia menilai, imbauan Bupati sangat baik. Mengisi akhir tahun dengan sejumlah kegiatan keagamaan memang sangatlah diperlukan masyarakat.

--page

Malam pergantian tahun, katanya, harus diisi dengan renungan selama setahun. Apa yang sudah diperbuat dan dosa apa saja yang sudah dikerjakan?

Apakah lebih banyak kebaikan atau malah sebaliknya? Sehingga dalam menyambut tahun yang baru bisa diperbaiki dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

"Kalau pemimpin daerah sudah membawa dan mengimbau agar malam pergantian tahun diisi dengan renungan. Maka dampaknya sangat baik bagi diri kita sendiri dan insyaallah, Allah menjadikan daerah kita ini penuh limpahan keberkahan," ungkap Ustadz Ahmad. 

Ia juga berharap, kegiatan yang sia-sia dalam perayaan tahun baru hendaknya ihilangkan. Dan digantikan dengan kegiatan yang lebih islami seperti bersyawalat bersama atau lainnya.

"Mudah-mudahan imbauan tersebut bisa didengar masyarakat. Dan bisa diterapkan oleh mereka nantinya," harap Ustadz Ahmad. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)