BORNEONEWS, Palangka Raya - Keberadaan perusahaan sawit di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) banyak menuai berbagai pendapat. Kali ini, Borneonews berkesempatan mendengar langsung pendapat salah satu rohanian salah satu pendeta di Kalteng. Seperti apa?
Seorang pendeta bernama Sukardi menilai semua kalangan harus pandai menilik plus minus keberadaan perusahaan sawit untuk kelangsungan hidup masyarakat.
"Memang dengan adanya perusahaan sawit ini mau tidak mau harus mengorbankan hutan kita," ujar Pendeta Sukardi, di Nanga Bulik, baru-baru ini.
Namun, dia mengaku dilema mengingat Kalteng saat ini sangat memerlukan keberadaan investor, salah satunya perusahaan sawit agar angka pengangguran bisa ditekan.
"Ada beribu-ribu orang yang menggantungkan nasibnya di perusahaan sawit sehingga memang secara tidak langsung kita saat ini sangat memerlukannya agar masyrakat tidak kelaparan," imbuh dia.
Untuk itu, dia meminta agar perusahaan sawit yang menunaikan CSR dengan baik untuk selalu didukung.
"Selama mereka bertanggung jawab, lingkungan soasial masyarakat diperhatikan, perusahaan seperti ini harus kita dukung," ujar dia. (GAZALI/m)








