BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotim, H Abdul Sahid mengatakan, kelangkaan elpiji masih belum mampu terselesaikan hingga kini di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pemkab Kotim diminta tidak tutup mata terkait persoalan ini.
Karena, dulunya pemerintah daerah sendiri yang mendorong masyarakat untuk berpindah dari minyak tanah ke gas. Namun dalam perjalannya sudah beberapa bulan ini kelangkaan terus saja terjadi.
Atas kondisi ini Sahid mendesak agar pemkab bersikap salah satunya meminta agar Pertamina memberikan solusi atas masalah ini. Karena jika pasokan dari Pertamina selama ini lancar tentu ada penyebab dari kelangkaan ini.
"Jangan sampai distribusi elpiji 3 Kilogram ini ada oknum yang memainkannya, kasihan masyarakat terus menjerit, susahnya mendapatkan elpiji," kata Sahid, Rabu (26/12/2018).
Menurut Sahid mereka sudah mengecek ke pangakalan yang ada namun kosong, saat ini tinggal bagaimana distribusi dari Pertamina ke Agen kemudian Agen ke Pangkalan. Apakah memang pasokannya terkendala atau memang kosong.
--page
"Kita tidak ingin kondisi ini semakin lama karena yang jadi korban masyarakat kelas bawah," tegasnya.
Tidak lancarnya pasokab elpiji ini terjadi disejumlah kecamatan di Kotim namun di Parenggean sendiri sudah terjadi sejak lama. Belum lagi harga jika ada jauh dari harga yang diperkirakan warga sebelumnya. Namun mereka tetap membeli karena jadi kebutuhan mereka. (NACO/B-5)








