PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun memprediksi gelombang tinggi akan melanda Laut Jawa dan perairan selatan Kalimantan. Ketinggian gelombang berkisar 1 meter hingga 2,5 meter.

Kondisi ini berlangsung mulai Rabu (26/12/2018) hingga Sabtu (29/12/2018).

Kepala Stasiun Iskandar BMKG Pangkalan Bun Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini ditujukan kepada semua pihak yang beraktivitas diperairan. Peringatan itu dimaksudkan agar mereka mewaspadai kondisi tersebut.

"Tingginya gelombang laut disebabkan berbagai faktor. Di antaranya terdapat pola tekanan rendah 1004 hPa dan 1007 hPa di Samudra Pasifik Utara Papua Barat dan Laut China Selatan," ungkapnya. 

Kemudian, lanjut Slamet, pola angin di wilayah Indonesia umumnya bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan berkisar 5 knot sampai 25 knot. Kecepatan angin tinggi terpantau di Selat Sunda, perairan Kepulauan Seribu, Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, perairan Utara Halmahera, dan Laut Banda.

--page

"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut,” tutur Slamet.

Untuk itu, ia mengimbau para nelayan dan semua pihak yang beraktivitas di perairan agar memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan mereka jika ingin melaut.

"Demikian juga bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir agar tetap selalu waspada di sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi," ujarnya. (KRIDA/B-3)