BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Supriadi menekankan agat drainase dalam kota Sampit rutin dirawat dan dibersihkan. Agar saat musim hujan seperti sekarang ini saluran ari ini lancar.
Tidak hanya itu, Supriadi juga meminta agar pada 2019 ini ada pelaksanaan kegiatan pembenahan drainase di pemukiman warga yang belum ada. Terutama di wilayah kota seperti Kecamatan MB Ketapang.
Menurut Supriadi sejumlah titik jadi genangan air hujan lantaran drainase yang ada tidak lancar. Bahkan ada sejumlah tempat yang drainasenya tertutup oleh sampah. Dari itu tugas dari instansi terkait yakni Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk membersihkannya.
"Selama ini kami lihat pembersihan drainase itu dilakukan saat musim penghujan. Jadi saat turun hujan dengan intensitas tinggi banjir masih terjadi, karena kita tidak siap," ucap Supriadi, Rabu (26/12/2018).
Selain jadi tugas instansi terkait Supriadi juga meminta kepada para lurah untuk bisa mengangktifkan tiap RT budaya gotong royong. Agar setidaknya gotong royong itu rutin dilakukan.
--page
"Pemkab Kotim melalui Dinas Lingkungam Hidup biasanya sering memotori gotong royong ini namun itu kami lihat saat ada penilaian Adipura saja. Setelah itu tidak ada lagi," tukasnya.
Harusnua kata Supriadi gotong royong rutin dilakukan. Misalnya membersihkan drainase yang ditutupi sampah di dalam kota ini. Dengan itu jika masuk musim penghujan banjir tidak akan terjadi. (NACO/B-5)








