BORNEONEWS, Sampit - Luasan tanam padi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga akhir 2018 ini mencapai 26.000 hektare. Luasan tersebut lebih tinggi dibandingkan pada tahun lalu.
"Tahun lalu luasan tanam padi di Kotim 25.000 hektare dan kita syukuri pada 2018 ini meningkat mencapai 26.000 hektare," ujar Kepala Dinas Pertanian Kotim, I Made Dikantara, Kamis (27/12/2018).
Sedangkan dari luasan tersebut pada 2017 satu hektare tanam padi bisa menghasilkan 3,4 ton gabah. Sedangkan di 2018 ini ditargetkan meningkat hingga 3,6 ton gabah per hektare.
Namun hasil tersebut belum bisa dipastikan, karena masih menunggu perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sampit.
"Untuk hasil habah per hektarenya belum bisa kami ketahui, karena yang melakukan perhitungan adalah pihak BPS," katanya.
Pemerintah Kotim sendiri terus berupaya mendorong masyarakat terutama di wilayah selatan meningkatkan tanam padi mereka. Sehingga produksi yang dihasilkan bisa lebih meningkat lagi.
Bahkan pemerintah juga sudah memberikan sejumlah peralatan dan juga peningkatan pengetahuan sumber daya manusi (SDA). Hal itu dilakukan sebagai upaya agar petani bisa lebih banyak lagi memproduksi beras. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








