BORNEONEWS, Nanga Bulik - Dehen, warga asal Desa Kinipan mengaku sebelum bekerja di PT Sawit Mandiri Lestari hanya mendapat upah Rp70 ribu per hari.
Upah tersebut terhitung sangat sedikit mengingat dia bekerja dari pagi hingga sore hari.
"Sebelum di sini, kerja saya sering menebas di ladang atau sejenisnya. Berangkat kerja dari jam 6 pagi dan biasanya sore hari baru pulang. Hasil dari kerja ini hanya berkisar Rp70.000 hingga Rp80.000 saja," tutur dia.
Dehen yang kini sudah menginjak usia 50 tahun ini mengaku sangat bersyukur dapat bekerja di PT SML.
"Usia seperti saya ini sangat susah cari kerja karena dianggap tidak produktif lagi. Namun ternyata PT SML masih menerima dan menggaji saya dengan layak," tambahnya.
--page
Meski berusia senja, Dehen mengaku, PT SML memperlakukan dan memberi gaji sama dengan karyawan usia muda lainnya.
"Saya bekerja di sini hanya tujuh jam perharinya, jadi waktu luang lainnya masih bisa dimanfaatkan untuk bekerja di luar perusahaan," imbuhnya. (GAZALI/m)








