BORNEONEWS, Palangka Raya- Mengatasi penyakit demam derdarah dengue (DBD) dibutuhkan kesadaran dari masyarakat dan solusi yang tepat.
Wakil Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Theodorus Sapta Atmadja, memberikan beberapa solusi untuk mencegah penyakit tersebut.
DBD bisa diberantas dengan kerja bakti masal. Hal itu tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya lingkungan bersih juga berperan dalam memberantas penyakit ini.
"Pertama perlu dilakukan kerja bakti masal. Pemerintah juga butuh dukungan dari masyarakat, enggak bisa turun tangan sendiri. Jadi angkanya bisa semakin menurun," ujar Theodorus, Minggu (30/12/2018).
Selanjutnya, masyarakat jangan sampai terlambat membawa pasien ke rumah sakit.
--page
"Antisipasi dalam penanganan korban juga perlu. Jangan sampai terlambat. Kenali gejala-gelaja yang timbul. Jika deman sudah tinggi ditandai dengan mual dan muntah, segera periksa. Jangan tunggu sampai ada pendarahan spontan, seperti mimisan, gusi berdarah, maupun muntah darah," tuturnya.
Theodorus menambahkan, bagi para penderita DBD sebaiknya lebih sering mengonsumsi minuman larutan eletrolit agar tubuh mereka tidak mengalami dehidrasi atau kekeurangan cairan.
Langkah tersebut sebagai upaya untuk mencegah agar darah tidak mengental akibat DBD yang diderita.
"Pasien yang rawat jalanpun bisa dengan minum oralit. Jangan kira oralit hanya untuk diare saja. Sejatinya oralit itu mengandung elektrolit yang lebih mudah diserap tubuh untuk menggantikan cairan tubuh, dan itu penting bagi penderita DBD," ungkapnya. (AGUS PRIYONO/B-3)








