SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Sumarlin Marzuki menyampaikan kerawan di Kabupaten Kotim, terutama yang berkaitan dengan kondisi sosial.

Menurut Sumarlin, kondisi sosial yang cukup rawan yang berkaitan dengan ideologi. Fanatisme agama yang tinggi rentan terhadap pengalihan ideologi pancasila yang mengarah pada ideologi berdasarkan agama atau identitas.

"Sedangkan kerawanan di bidang politik di antaranya suhu politik yang semakian memanas jelang pileg dan pilpres 2019, serta munculnya pengaruh politik identitas dan memecah belah serta belum terpenuhi KTP-el kepada seluruh warga," kata Dandim saat evaluasi akhir tahun di Gedung Serbaguna, Sampit, Senin (31/12/2018).

Untuk bidang ekonomi, kerawan terjadi pada ketergantungan kebutuhan sembako yang masih mengandalkan pasokan dari luar daerah dan kegiatan tambang liar di sepanjang DAS Mentaya yang dapat mencemari sungai.

Sementara itu, kerawanan dibidang sosial budaya yakni isu hoax yang mengancam kemajemukan suku atau ras. Sehingga rawan terhadap timbulnya konflik di masyarakat kelas bawah.

--page

Lalu peredaran narkoba di Kotim yang berstatus tertinggi di Kalteng dan urutan lima secara nasional, serta konflik lahan antara perusahaan dan masyarakat, masyarakat dan masyarakat, bahkan instansi pemerintah dan masyarakat.

Terakhir, kerawanan pertahanan dan keamanan terjadi bila aparat keamanan tidak solid melaksanakan tugas. Seperti kurangnya komunikasi, arogansi aparat, beking kegiatan ilegal, hingga adu domba. (NACO/B-3)