BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Syahbana mengatakan, potensi konflik yang rawan terjadi menjalang Pemilu 2019 harus diantisipasi sejak dini.
"Berbagai kemungkinan potensi konflik dan gesekan yang muncul di tengah masyarakat, harus diantisipasi sejak sekarang," kata Syahbana, Selasa (1/1/2019)
Tinggal beberapa bulan lagi, akan dilaksanakan pemilu serentak, tepatnya April mendatang. Ini harus disukseskan bersama karena. Di situ ada pemilih legislator, DPD, hingga pemilih presiden.
Dari itu semua, potensi konflik besar itu ada di pilpres. Sebab dua calon sama-sama memiliki pendukung fanatik. Bahkan dia menilai, pilpres 2019 ini akan lebih panas dari pilpres sebelumnya.
Kondisi di masyarakat bisa disaksikan dari pendukung kedua calon ini. Seperti konflik di dunia maya.
--page
"Kondisi ini tentunya sangat berpeluang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, jika para pendukung tidak bisa menahan diri," kata dia.
Syahbana juga menekankan kepada KPU dan Bawaslu Kotim untuk aktif memantau aktivitas politik itu. Agar semuanya bisa berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan. Sehingga pemilu berlangsung aman dan sukses.(NACO/B-11)








