BORNEONEWS, Kasongan - Ruas jalan menuju Desa Talingke Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan masih terputus akibat diterjang banjir luapan Sungai Katingan sebulan lalu. Kondisi ini menyebabkan desa tersebut terisolasi.
Hingga kini ruas jalan yang putus itu belum bisa dilalui oleh kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat.
Untuk bisa ke daerah lain warga Desa Talingke terpaksa menggunakan jasa feri penyeberangan tradisional untuk melewati ruas jalan yang masih terendam air dengan biaya yang tidak sedikit.
Pantauan borneonews.co.id Rabu (2/1/2019), sebenarnya jalan yang sebelumnya terendam banjir sudah tidak lagi terendam.
Namun ada beberapa titik yang masih terputus dan belum bisa dilewati kendaraan.
--page
Jika air Sungai Katingan kembali pasang, maka ruas jalan sepanjang 500 meter itu akan kembali terendam. Pasalnya, jalan yang ada sebelumnya hanya berupa badan jalan yang belum sempat ditimbun.
"Jalan yang sering terendam itu sekitar setengah kilometer, karena jalannya memang agak rendah belum pernah ditimbun," aku Andi warga Desa Talingke.
Menurutnya, untuk sekali menyeberang satu warga plus sepeda motor yang menggunakan jasa feri, warga harus mengeluarkan biaya Rp25 ribu sekali jalan.
"Jadi kalau kita naik motor ke Petak Bahandang atau Kereng Pangi PP, itu untuk ongkos ferinya sudah Rp50 ribu," katanya.
Atas kondisi ini warga Talingke berharap agar pemerintah daerah segera menimbun ruas jalan yang sering terendam itu. (ABDUL GOFUR/B-5)








