SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 15 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga saat ini belum bisa terjangkau melalui jalur darat. Masyarakat di desa itu, masih mengandalkan transportasi air.

"Itu menjadi tanggungjawab kami untuk memperjuangkannya. Agar bisa ditempuh melalui jalur darat," kata Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, Rabu (2/1/2019). 

Seluruh desa tersebut rata-rata berada di daerah seberang Sungai Mentaya meliputi Kecamatan Pulau Hanaut, dan Kecamatan Seranau. Ada juga beberapa desa di Kecamatan Antang Kalang. 

Pemkab saat ini terus berupaya agar membuka akses jalur darat tersebut. Seperti penignkatan jalan Cempaka Mulia menuju Kampung Melayu. Dengan taret membuka jalur darat untuk tiga desa. 

"Jika peningkatan itu selesai, diharapkan dapat menghubungkan tiga desa, yakni Terantang Hilir, Terantang Hulu, dan Batuah," kata Taufiq. 

--page

Peningkatan jalan dilakukan secara multiyears sejak 2018 hingga 2020 mendatang. Diharapkan, dengan adanya jalur darat, pembangunan desa bisa semakin berkembang. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)