SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus melakukan penanganan terhadap kawasan kumuh. Bahkan hingga akhir 2018 lalu, sudah ada sekitar 19,82 hektare kawasan kumuh yang ditangani. 

"Alhamdulillah pada 2018 lalu, kawasan kumuh bisa berkurang hingga 19,82 hektare, atau sekitar 33,13%," kata Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, Rabu (2/1/2019). 

Upaya itu tidak mudah. Pemkab harus bekerjasama dengan provinsi dan juga lainnya. Sebagai upaya agar menata kawasan kumuh.

Awalnya, kawasan kumuh di Kotim luasnya mencapai 59,82 hektare. Setelah ditangani, saat ini tersisa sekitar 40 hektare. Dan itupun terus diupayakan aga bisa berkurang secara bertahap di 2019 ini. 

"Kami akan terus berupaya agar mengurangi kawasan kumuh tersebut secara bertahap," kata Taufiq. 

--page

Sementara, untuk kawasan kumuh yang belum terselesaikan tersebut berada di daerah perkotaan. Yakni Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)