BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, H Ary Dewar menyebutkan, banyak investor yang mau melirik untuk berinvestasi membangun pabrik pengolahan industri kelapa sawit di Kotim. Sayangnya, rencana investasi tak jarang batal.
"Salah satu penyebabnya yakni soal perizinan yang selalu terbentur dengan pemerintah daerah kita," kata Ary Dewar, Rabu (2/1/2018).
Ary mengatakan, sedikitnya ada 8 pengusaha yang sudah mau mengajukan izin pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit ini.
Terkait itu, pria yang juga Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kotim itu menambahkan, kondisi harga jual petani yang saat ini anjlok mestinya harus disiasati agar buah dari petani itu bisa tertampung.
Sehingga, Ary berharap tahun 2019 ini ada gebrakan dari pemerintah daerah hingga kepada pemerintah pusat. Terutama untuk membuka harga yang maksimal untuk kalangan petani ini.
--page
Dia menyebutkan, harga sawit murah itu karena adanya berbagai persoalan. Di antaranya , kesulitan menjual buah ke perusahaan. Hingga perusahaan kadang banyak tingkah yang menambah rugi petani.
“Harga sawit turun jauh ini permasalahan nasional, pemerintah daerah hingga pusat mestinya bertanggungjawab untuk memperbaikinya," kata dia dia.
Dia melihat, sudah beberapa bulan ini, kebijakan pemerintah belum ada menunjukkan hasil yang berpihak kepada petani
"Perlu dipertanyakan apa langkah yang sudah diperjuangkan untuk petani itu. Action-nya mana, itu yang perlu. Petani menunggu kepastian," pungkasnya.(NACO/B-11)








