PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingginya inflasi yang terjadi di Sampit, yakni sebesar 1,47% selama Desember menjadikannya sebagai peringkat 6 kota inflasi tertinggi tingkat nasional.

Sedangkan tetangganya, Kota Palangka Raya (1,07%) berada di urutan ke 13 sebagai kota dengan inflasi tertinggi di tingkat nasional.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Yomin Tofri menyebut tingkat inflasi di dua kota itu cukup fluktuatif sepanjang tahun 2018.

Palangka Raya mengalami inflasi tinggi selama Juni 1,14% dan Desember 1,07%. Demikian halnya di Sampit selama Juni 1,82% dan Desember 1,47%.

"Inflasi yang bersifat musiman selalu terjadi akibat melambungnya harga di level eceran, sebagai respon dari lonjakan permintaan atas kebutuhan selama hari raya keagamaan dan liburan sekolah," ujarnya, Kamis (3/1/2018)

--page

Selama tahun 2018, deflasi di Palangka Raya hanya terjadi di Agustus 0,13%. Sedangkan Sampit terjadi tiga kali deflasi yakni di Juli 0,06%, September 0,10%, dan November 0,16%. (GAZALI/B-2)