NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Program replanting sawit oleh pemerintah pusat agar dijalankan oleh petani harus terealisasikan dengan baik. Sehingga perekonomian petani akan meningkat, walaupun harga kelapa sawit yang semula mengalami penurunan, tentunya kedepan akan pesat dan dapat kembali normal.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi VI DPR RI H Hamdani saat kunjungan kerja (kunker) bersama pihak BUMN dalam rangka menyerap aspirasi di Kabupaten Lamandau. Hadir dalam acara itu Wakil Bupati Riko Porwanto dan anggota Forkompinda hingga SOPD lingkup pemkab setempat di aula BKPSDM Lamandau, Kamis (3/1/2018). 

“Program replanting sawit ini harus terealisasi dengan baik, yang tentunya akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Dengan penurunan harga kelapa sawit sekarang ini, masyarakat tidak perlu cemas," tambah Hamdani, politisi Partai NasDem Dapil Propinsi Kalteng ini.

Menurut Hamdani, kalau pemerintah merealisasikan dengan baik, maka harga-harga kelapa sawit yang tadinya rendah akan terangkat kembali. Dan Pemerintah juga harus memberikan jaminan kepada para petani kelapa sawit agar hak-hak dan keuntungan dapat tercapai dengan baik. 

Terdapat sekitar dua juta petani Indonesia yang mengalami dampak dari harga kelapa sawit yang turun, terutama di Kalimantan. Tentunya pemerintah harus memberikan jaminan juga dengan petani kelapa sawit, jelasnya. 

"Jangan hanya pihak-pihak tertentu saja yang mendapatkan keuntungan. Karena petani di Indonesia, tepatnya di Kalimantan, khususnya di Kabupaten Lamandau terdapat petani yang mengalami dampak dari harga yang turun begitu pesat," imbuhnya.

Selain itu, ujar Hamdani, program replanting sebesar 25 juta per hektar itu agar petani yang dananya disalurkan lewat pemerintah pusat untuk dimanfaatkan dengan sebaiknya. Karena ini merupakan program presiden RI yang menyalurkan dana mencapai triliunan rupiah. 

Pada bagian lain Hamdani yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI ini juga menyampaikan, Bulog bisa menyerap hasil panen masyarakat. Bulog merupakan mitra Komisi VI. Pihaknya sebelumnya sudah mengadakan rapat bersama dengan Kepala Bulog, Budi Waseso tentang Divre dan Subdivre serta programnya.

Perum Bulog Subdivre juga mempunyai Rumah Pangan Kita (RPK) sehingga dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan kerja sama atau bisnis. Selain itu, pendistribusian beras sejahtera (Rastra) agar dapat direalisasikan dengan lancar, ujar Hamdani.

Selanjutnya, tambah Hamdani, ke depan tidak akan ada kesulitan pasokan listrik lagi, Jaringan listrik SUTET sudah sampai Kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat. Bahkan nantinya jaringan tersebut akan sampai di Kabupaten Lamandau. 

Perbankan juga akan menggulirkan dana kredit tanpa agunan untuk UMKM. Dengan program ini masyarakat bisa memanfaatkannya dengan maksimal. 

"Dan kepada perbankan agar terus mensosialisasikan KUR. Karena banyak warga masyarakat belum memahami produk perbankan ini, harap dia.(hERIYADI/PPOST)