PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statiski (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat komoditas utama ekspor selama November 2018 masih didominasi oleh bahan bakar mineral yang mencapai US$92,07 juta.

Setelah bahan bakar mineral, komoditas utama ekspor Kalteng disusul lemak dan minyak hewani/nabati yang mencapai S$12,23 juta, karet dan barang dari karet US$10,45 juta, bijih, dan kerak.

"Selain itu ada komoditas eskpor lainnya seperti abu logam mencapai US$8,42 juta, serta kayu dan barang dari kayu yang mencapai harga jual US$7,64 juta)," ujar ungkap Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri, Kamis (3/1/2018).

Dia menerangkan kelima kelompok komoditas tersebut berkontribusi 92,16 persen dari total nilai ekspor selama November 2018.

"Dibandingkan bulan lalu, terjadi kenaikan pada bahan bakar mineral 17,36 persen serta karet dan barang dari karet 3,06 persen.Sedangkan ketiga komoditas utama lainnya mengalami penurunan," tambahnya.

--page

Disisi lain, lanjutnya, nilai transaksi beberapa komoditas impor selama November 2018 relatif kecil yakni masing-masing di bawah US$3,00 juta, kecuali mesin/pesawat mekanik US$11,20 juta dan bahan bakar mineral US$3,34 juta. (GAZALI/B-6)