BORNEONEWS, Sampit - Mega proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur baru mencapai 27 persen. Hal itu dipengaruhi faktor cuaca yang tidak mendukung sejak dimulai pada Agustus 2018 lalu.
Itu terungkap dalam inspeksi mendadak yang dilakukan Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli, beserta jajarannya, Kamis (3/1/2019) sore.
"Untuk saat ini pekerjaan yang sudah dilaksanakan sekitar 26 - 27 persen. Ini sudah berjalan sejak Agustus 2018 lalu, kita kerjakan semaksimal mungkin,” kata Manajer Lapangan Pelaksana Kegiatan, Andi.
Proyek senilai Rp149 miliar itu dikerjakan PT Karya Bisa, perusahaan kontraktor dari Jakarta. Perusahaan itu diberi kepercayaan setelah mampu menyisihkan sejumlah perusahaan yang ikut dalam tender proyek itu beberapa waktu lalu.
PT Karya Bisa menurunkan nilai proyek itu dari awalnya Rp 151 miliar menjadi Rp149 miliar.
--page
Andi menjelaskan, target pembangunan selesai yakni pada Desember 2019. Setelah itu, tiga bulan selanjutnya dilakukan finishing untuk interior dan lainnya.
Saat ini kendala yang dihadapi cukup signifikan, yakni cuaca hujan. Sementara, pekerja tengah melakukan pengecoran di sejumlah lantai dan tiang bangunan.
Menurutnya, pekerjaan mereka hanya sebatas pembangunan gedung, intalasi listrik dan pipa oksigen. Selebihnya seperti generator, drainase hinngga urusan alat kesehatan bukan tanggungjawab mereka.
Dengan Rp 149 miliar itu, difokuskan untuk membangun rumah sakit yang bakal menjadi termegah di Kalteng.
"Kita target Desember sudah selesai untuk pembangunannya karena kontrak ini berakhir Maret 2020. Ada waktu sekitar 20 bulan untuk menyelesaikan pekerjaan ini," tandasnya. (NACO/B-11)








