PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Karyawan yang bekerja di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) kota Palangka Raya melakukan demo aksi mogok kerja sejak tanggal 1 Januari kemarin diduga karena masalah gaji.

Akibat aksi mogok kerja ini berimbas pada terhentinya pengisian tabung gas elpiji 3 kg, khususnya di wilayah kota Palangka Raya.

Melalui Dinas Energy dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bagian pengawasan dan tenaga listrik, Adiyta mengatakan, permasalahan utama dari aksi mogok kerja ini karena gaji.

"Sebenarnya aski mogok ini karena permasalahan internal, namun menurut laporan yang kami dapat dari pihak Pertamina karena keterlambatan pembayaran gaji," ungkapnya, Jumat (4/1/2018).

Namun, Aditya menyebut pihak Pertamina sudah melakukan langkah cepat dengan melakukan negosiasi kepada pihak karyawan agar kembali bekerja.

--page

"Kemarin Pertamina sudah melakukan negosiasi dengan karyawan dan kita berharap bisa berjalan dengan baik," lanjutnya. (GAZALI/B-5)