BORNEONEWS, Palangka Raya - Aksi mogok karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Palangka Raya sejak 1 Januari 2018 bisa berdampak 4 layanan empat wilayah.
Mengingat, SPBE tersebut melayani 4 wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
"SPBE ini melayani 4 wilayah, di antaranya Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan," ujar Dinas Energy dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalteng Bagian Pengawasan dan Tenaga Listrik Aditya, Jumat (4/1/2019).
Namun, dia menyebut mungkin saat ini dampak dari aksi mogok kerja ini belum dirasakan oleh masyarakat mengingat Pertamina mempunyai pasokan ekstra kuota tabung gas saat menyambut Natal dan tahun baru 2019.
Ekstra kuota tabung gas ini berjumlah lebih dari 46 ribu, namun hanya akan bertahan hingga 4 hari ke depan. "Jika karyawan masih melakukan mogok kerja dan pengisian tabung gas terhenti, bisa dibayangkan bagaimana dampaknya beberapa hari ke depan," lanjutnya.
--page
Untungnya, lanjut Aditya, pihak Pertamina sudah bergerak cepat dan kemarin sudah melakukan negosiasi dengan pihak karyawan agar kembali bekerja dan menghindari kelangkaan tabung gas. (GAZALI/B-2)








