PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) menggelar aksi menuntut pembatalan SK rektor.

Aksi damai tersebut berlangsung di depan kantor Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalteng, Jumat (4/1/2019).

Penyampaian aspirasi mereka diterima langsung oleh Ketua PW Muhammadiyah Kalteng, Muhammad Yamin Mukhtar.

Ada beberapa poin yang disampaikan dalam aksi damai tersebut. Poin utamanya adalah meminta untuk mempertimbangkan kembali Sonedi sebagai Rektor UMP dan mengusulkan ke pusat untuk membatalkan SK rektor tersebut.

Saat dikonfirmasi wartawan, Yamin mengatakan bahwa benar mereka yang menggelar aksi merupakan mahasiswa Muhammadiyah.

--page

"Saya kira wajar saja mereka menyampaikan aspirasinya. Intinya tadi itu berkaitan dengan calon rektor yang ditetapkan Muhammadiyah pusat," kata Yamin.

Ia menuturkan, sebelum Sonedi dipilih oleh pusat menggantikan Bulkani, langkah pertama yakni panitia penjaringan menyerahkan ke senat soal calon-calon rektor.

"Kemudian senat meminta pertimbangan ke pimpinan wilayah. Dari empat orang, kita pilih tiga. Kita juga mengikuti prosedur," imbuhnya.

Setelah itu, lanjut dia, pimpinan wilayah kembali menyerahkan ke senat berikut pihak senat yang menyerahkan ke pusat. Mereka adalah Dekan FKIP, Diplan. Wakil Rektor II, Supardi dan Sonedi sebagai Wakil Rektor I.

"Nah yang di SK itu pak Sonedi," tutur Yamin.

Lelaki yang juga sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng ini menambahkan, penentuan rektor itu sepenuhnya menjadi wewenang Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

--page

"Bagaimana mekanismenya, PP Muhammadiyah yang menentukan. Jadi ditetapkan oleh pusat. Kami tidak tahu," ungkapnya.

Meski demikian, Yamin menyebut bahwa aspirasi mereka sudah diterima. Selanjutnya akan disampaikan ke pusat. Informasinya, pelantikan rektor akan berlangsung pada pertengahan Januari 2019. (BUDI YULIANTO/B-2)