BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo mengakui hingga saat ini ia belum ada desa yang bisa menjadi contoh pengelolaan keuangan desa yang baik.
Bahkan ia melihat pemanfaatan dana desa maupun alokasi dana desa yang angkanya mencapai miliaran rupiah di Kotim masih belum maksimal. Pembiayaan untuk program infrastruktur desa masih belum mampu dibereskan melalui dana desa.
"Para kepala desa mestinya harus berani membelanjakan dana desa itu untuk kepentingan publik," kata dia, Sabtu (5/1/2019).
Sehingga ia melihat pemanfaatan dana desa di 2018 belum mampu menyelesaikan persoalan di tingkat desa, urusan infrastruktur desa masih banyak yang diabaikan. Padahal dana desa sudah ada.
Dia menilai, kemampuan pengelolaan oleh kepala desa belum maksimal. Perencanaan untuk belanja dana desa itu tidak dilakukan secara serius. Sehingga sangat sulit mencari desa yang bisa jadi contoh mengelola keuangan desa dengan baik.
--page
"Padahal itu penting, karena kalau ada contoh kita tidak lagi jauh-jauh keluar daerah belajar bagaimana mengelola keuangan desa ini," tandasnya.
Maka dari itu, lanjut politisi Partai Demokrat ini penting ini semua agar jadi perhatian pemerintah daerah terutama SOPD teknis dan pihak kecamatan juga, bagaimana membina desa itu bisa dikategorikan baik mengelola keuangan desa. (NACO/B-2)








