BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo menyatakan untuk tahun 2019 ini setiap desa mendapat suntikan anggaran melebihi angka Rp1 miliar untuk desa.
"Bahkan ada yang mencapai angka Rp2 miliar, kalau kami melihat," kata politisi Partai Drmokrat itu, Sabtu (5/1/2019).
Anggaran desa itu ia tegaskan untuk struktur belanjanya yakni 40% sedangkan untuk pembiayaan infrastruktur 60% termasuk belanja pemberdayaan dan kegiatan lainnya menyangkut kegiatan yang ada di desa.
“Dari itu kami tekankan agar kepala desa juga dalam musrenbang jangan mengusulkan proyek gang desa, timbunan atau siring desa lagi," kata dia.
Karena pekerjaan seperti itu pada prinsipnya sudah jadi tanggungjawab desa melalui APBDes. Beda hal jika itu kegiatan yang berkaitan dengan jalan penghubung antardesa. Manakala itu kegiatan di lingkup desa itu domainnya anggaran desa.
--page
"Hingga musrenbang lalu kami masih melihat ada kepala desa yang tidak paham mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan," tukasnya.
Bimtek sudah sering dilakukan, tapi masih ada kepala desa yang tidak paham dengan itu. Ini tentunya pesoalan serius yang mestinya jadi pekerjaan bagi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa.
"Tentunya kita tidak ingin itu masih terjadi, apalagi dana ini ada sejak 2015 lalu. Jadi apa yang dikerjakan selama ini jika masih tidak paham," pungkasnya. (NACO/B-2)








