BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akuisisi PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) terhadap dua perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Timur berjalan mulus dan emiten perkebunan ini mengantongi restu dari pemegang saham untuk merealisasikan ekspansi bisnis.
DSNG merampungkan akuisisi PT Bima Palma Nugraha (BPN) dan Bima Agri Sawit (BAS) pada akhir tahun lalu. Emiten ini menggelontorkan Rp1,35 triliun untuk mencaplok kedua perusahaan itu, sumber dana diambil dari kas internal dan pinjaman bank.
"Akuisisi ini tentu mempengaruhi posisi kas dan pinjaman. Meski begitu, fundamental keuangan perusahaan masih cukup bagus," kata Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, di Jakarta, akhir pekan ini.
Mengacu laporan keuangan per September 2018, total kas dan setara kas tercatat DSNG Rp243,5 miliar.
"Setelah akuisisi, kami akan lakukan pembenahan. Dari akuisisi ini kami berharap bisa membantu meningkatkan kinerja keuangan dalam jangka panjang," papar Andrianto.
--page
Sebagai gambaran, DSNG membeli BPN dan BAS, sekalipun keduanya masih merugi. Pertimbangannya, kedua perusahaan itu punya aset kebun sawit dan pabrik yang prospektif di masa depan.
Andrianto berharap pasca akuisisi ada sinergi dengan kinerja operasional DSNG.
"Pabrik (BPN dan BAS) berada di Kalimantan Timur. Jaraknya dari pabrik kami sekitar 100 km, sehingga diharapkan membantu menggenjot produksi CPO dan kinerja operasional kami," ujarnya.
Andrianto menambahkan, setelah akuisisi, produksi CPO diharapkan meningkat 14% pada 2019. Namun, terkait target pendapatan tahun ini, tergantung pada harga CPO dunia. (NEDELYA RAMADHANI/m)








