BORNEONEWS, Palangka Raya – Selain tidak bisa beraktivitas seperti semula, berat badan Titi Wati (37) yang mencapai 300 kilogram (Kg) lebih kini berimbas pada kondisi fisiknya. Saat bangun tidur, ia merasakan sakit.
“Dulu tidak. Tapi sekarang kalau bangun tidur dada sesak, kaki dan tangan sakit,” kata ibu anak satu yang biasa disapa Sintiya, Minggu (6/1/2018) petang.
Kini, ia hanya bisa terbaring dalam rumah kontrakannya di Jalan G Obos XXV, Gang Bima atau gang pertama sebelah kiri atau pojok dari Jalan Bima III samping penjual sayur.
Tidak hanya itu, kondisi tersebut juga membuatnya susah tidur. Minimal, ia baru bisa tidur sekitar pukul 23.00 atau pukul 00.00 WIB. Kemudian, terbangun sekitar pukul 03.00 WIB atau menjelang subuh.
Sintiya merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ia kini hidup di rumah kontrakan bersama anak gadisnya, Herlina (19) dan suami tercinta, Edi (52). Sintiya mengaku pernah berupaya menurunkan berat badan dengan meminum obat herbal.
--page
Berat badannya sempat turun. Namun, ia tidak bisa melanjutkan minum obat herbal karena masalah ekonomi. Selain itu, juga pernah meminum obat biasa. Hanya saja, reaksinya membuat dada sesak sehingga sang suami menyarankan untuk berhenti.
Di tempat tersebut, ia tinggal bersama anak dan suaminya. Kesehariannya, sang suami bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sedangkan isrinya dijaga oleh sang anak. Segala keperluan sehari-hari dibantu oleh anak. (BUDI YULIANTO/B-5)








