BORNEONEWS, Palangka Raya - Enam tahun atau tujuh tahun berjalan Titi Wati (37) terbaring di rumah kontrakannya di Jalan G Obos XXV, Gang Bima atau gang pertama sebelah kiri atau pojok dari Jalan Bima III samping penjual sayur.
Selama kurun waktu itu, menonton TV dan berkaraoke menjadi hiburan baginya. Ia selalu ditemani anak tunggalnya, Herlina (19).
Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa penat. Apalagi tubuhnya tidak mampu menahan berat badan tersebut. Hanya terbaring dan diurus oleh sang anak. Sedangkan suaminya, Edi (52) mencari nafkah.
"Sehari-hari cuma berbaring. Nonton TV dan berkaraoke. Hobi saya juga karaokean," ucap Sintiya, Minggu (6/1/2019).
Ia mengaku ingin berat badannya normal. Sempat berupaya menurunkan berat badan dengan meminum obat herbal. Namun, keadaan ekonomi membuatnya hanya mampu membeli selama waktu dua bulan.
--page
Selain obat herbal, juga pernah minum obat penurun badan. Namun, dada terasa sesak sehingga disarankan suami untuk berhenti.
"Suami saya bilang, udah saja disyukuri apa adanya. Inginnya ya bisa kembali seperti dulu," ungkapnya.
Ia menambahkan, selama mengalami berat badan tersebut, dulu tidak ada petugas kesehatan yang datang. Tapi belum lama ini pihak puskesmas datang mengecek kondisi kesehatannya.
Sementara itu, Nopi Indra, keponakan Sintiya berharap ada perhatian dari pemerintah. "Apa yang bagusnya saja buat ibu. Selama ini memang ada yang mengajak ke rumah sakit, tapi ibu ragu. Karena di sini juga ada kai (kakek)," ucapnya. (BUDI YULIANTO/B-5)








