BORNEONEWS, Palangka Raya - Ina Wahyuni, penerima beasiswa dari PT Sawit Mandiri Lestari (SML) berencana akan mengabdi kembali ke kampung halamannya setelah lulus kuliah.
"Saya dapat beasiswa tidak mampu dari PT SML karena bapak sama adik saya baru meninggal saat itu. Saya terima beasiswa mulai saya semester 1 sampai sekarang. Ada ikatan kerjanya jadi setelah lulus, saya bekerja di PT SML selama 7 tahun," kata Ina kepada borneonews.co.id, Senin (7/1/2019).
Menurut Ina, saat sang ayah meninggal pada 2015 akibat kecelakaan. Ia sebenarnya sedang menjalani perkuliahan di Kapuas.
"Setelah papah saya meninggal kurang lebih 2 bulan, adik saya lagi meninggal karena kecelakaan juga. Sebenarnya saya dulu kuliah di Kapuas tapi bukan bantuan dari perusahaan. Setelah adik saya meninggal, saya putus asa dan memutuskan berhenti kuliah," cerita Ina yang sekarang kulih semester terakhir di Stikes Eka Harap Palangka Raya.
Setelah sempat berhenti kuliah, di 2016 muncul perasaan mau kuliah lagi. Kebetulan saat itu PT SML mengumumkan akan adanya pemberian beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu.
"Perusahaan mengumumkan akan ada beasiswa dan mamah saya minta tolong supaya saya dimasukan dalam beasiswa itu oleh pihak Desa Panopa, Kabupaten Lamandau. Ternyata saya yang terpilih menerima beasiswa itu makanya saya bisa kuliah dan kemungkinan September 2019 nanti saya lulus," jelasnya.
Ina mendapat bantuan SPP dari PT SML Rp4.550.000 per semester. "SPP saya di kampus sebesar Rp6.000.000 dan dapat bantuan dari PT SML Rp4.550.000 jadi sangat membantu," kata mahasiswi yang baru ulang tahunnya yang ke-24 pada 6 Januari 2019 ini.
Selain itu wanita cantik kelahiran 6 Januari 1995 ini setiap bulan juga dapat bantuan uang bulanan Rp500.000 dan bantuan uang buku Rp200.000 setiap satu semester. (TESTI PRISCILLA/B-6)








