PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ina Wahyuni, penerima beasiswa dari PT Sawit Mandiri Lestari (SML) mengaku pernah kuliah sebelum menerima beasiswa dari perusahaan, namun berhenti setelah ayah dan adiknya meninggal di 2015.

"Saya lulus SMA pada 2012. Setelah lulus SMA saya nggak langsung lanjut kuliah, istirahat di rumah. Tahun 2014 saya kuliah di Akper Kapuas. Tapi setelah Papah dan adik saya meninggal, saya putus asa buat kuliah jadi berhenti. Di 2016 saya memutuskan lanjut kuliah lagi dan tempat kuliah saya di Stikes Eka Harap Palangka Raya ini dengan bantuan beasiswa PT SML," cerita Ina kepada Borneonews.co.id, Senin (7/1/2019).

Kini Ina sedangmenunggu sampai lulus tahun ini. Kini ia sudah kuliah semester V pada program DIII Akper dengan meninggalkan sang ibu sendirian di Desa Panopa, Kabupaten Lamandau.

"Ibu saya kerja sebagai buruh di perusahaan sawit di desa saya tinggal. Buat biaya saya kuliah karena bantuan dari perusahaan untuk SPP saya saja, mamah saya yang nambah lagi sisanya. Terus juga buat biaya saya hidup di sini. Syukurlah saya lulus tahun ini dan kemungkinan September 2019," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)