BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meninjau proyek pile slab atau jalan layang yang melintasi lokasi langganan banjir di Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam), Senin (7/1/2019).
Kedatangan Gubernur untuk mengetahui apa saja kendala dan sejauh mana pelaksanaan proyek jalan layang yang dibangun di km 28 hingga km 30 dan km 32 sampai km 33.
Di lokasi tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa proyek jalan serta pembangunan pile slab ini merupakan hal yang penting bagi pelayanan publik di tiga kabupaten yaitu Kobar, Sukamara dan Lamandau. "Hari ini saya melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kobar dan Sukamara. Di antara dua kabupaten tersebut, terdapat proyek jalan dan pile slab multi years yang menggunakan dana sekitar Rp 420 miliar," jelas Gubernur.
Pile slab sengaja dibangun lantaran kondisi jalan pasti mengalami banjir setiap tahun. Padahal ini merupakan jalan strategis ekonomi ditiga kabupaten.
Menurut Gubernur, keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi pelayanan publik dan perekonomian. Harapannya dengan adanya jalan itu perekonomian masyarakat secara luas bisa berjalan 24 jam.
--page
"Untuk itulah saya meminta pada masyarakat terkait pro kontra terhadap penutupan jalan agar bisa mengerti kenapa opsi penutupan jalan ditempuh agar proyek jalan dan pile slab bisa selesai tepat waktu yaitu sekitar akhir tahun 2019," paparnya.
Saat ini di lokasi jalan tersebut ada proyek pemancangan tiang pile slab. Sehingga bila jalan ini tetap dilewati oleh truk angkutan CPO, buah sawit atau kendaraan masyarakat dikhawatirkan bakal beresiko mengganggu proyek tersebut.
Bahkan, lanjut Gubernur, ia meminta kepada Kadis PUPR Provinsi Kalteng dan rekanan, bila memungkinkan proyek pengerjaaan jalan dan pile slab ini dilakukan selama 24 jam. Sehingga bila proyek tersebut bisa selesai sesuai target yaitu akhir tahun, bisa melakukan pembangunan infastruktur di daerah lain di Provinsi Kalteng.
"Karena saya sebagai Gubernur bukanlah milik satu golongan atau wilayah tertentu saja, namun saya adalah milik semua warga Kalteng. Jadi bila proyek ini selesai, rencananya tahun 2021 kita akan memfokuskan pembangunan diwilayah timur Kalteng sekitar tahun 2021," jelas Gubernur.(WAHYU KRIDA/B-2)








