BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur H Rudianur akan segera mengajak Pemkab Kotim untuk membentuk tim pengawasan mengatasi persoalan kelangkaan elpiji.
Menurutnya, persoalan di lapangan kini adalah kelangkaan. Tentunya hal itu disebabkan ketidakberesan dalam distribusi atau juga ada oknum pemain atau mafia gas di pasaran sehingga menyebabkan kelangkaan.
"Kami sangat gerah dengan kelangkaan elpiji 3 kilogram yang disubsidi pemerintah. Sampai kini masyarakat itu terus teriak," kata dia, Senin (7/1/2019).
Dia menganggas bersama Komisi II dan Pemkab Kotim akan membentuk tim pengawasan dan pendistribusian elpiji ini. Karena harus ada aksi nyata, mengatasi persoalan itu.
"Saya dengan kewenangan di Komisi II berencana akan membentuk tim pengawas pendistribusian ini , di situ unsur utamanya kami anggap ada Dinas Perindustrian dan Perdagangan," tukasnya.
--page
Lanjut Rudianur, persolan elpiji ini adalah krusial di satu sisi pemerintah sudah mulai berangsur menghilangkan minyak tanah dari pasaran, di satu sisi gas juga langka.
"Lalu bagaimana masyarakat ini memasak apakah diarahkan untuk pakai kayu bakar, jangan-jangan nanti pakai kayu bakar dikenakan kasus illegal logging, makanya kita akan bersurat nantinya ke Pemkab Kotim," tandasnya.(NACO/B-2)








