BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Rudianur menyebutkan akan merapatkan bersama dengan Pemkab Kotim dalam waktu dekat ini terkait persoalan elpiji yang terjadi sudah beberapa bulan ini.
Pihaknya akan berusaha mencari benang merah bersama dengan pemerintah daerah guna menstabilkan ketersedian tabung gas elpiji ditingkat pasaran agar masalah itu mampu terurai.
Ia menyebutkan kelangkaan ini tidak hnya di daerah kota saja namun kondisi itu dirasakan masyarakat yang ada di desa-desa, masyarakat ke sana kemari menanyakan di mana jual tabung gas.
"Walaupun ada, harganya sudah tidak sesuai dengan ketentuan. Satu tabung gas 3 Kg saja kadang dijual hingga Rp35 ribu. Ini artinya harus ada tindakan tegas dan cepat dari pemerintah daerah," tukasnya.
Karena jika dibiarkan ia khawatir suatu saat harga yang tidak sesuai itu akan selalu demikian sehingga keberadaan subsidi gas dari pemerintah itu seakan percuma saja. Karena masyarakat sendiri tidak pernah menikmatinya.
--page
"Kita harus selesaikan bersama, tidak bisa berlarut-larut dibiarkan. Saya yakin sepanjang tidak ada tindakan nyata maka ini tidak akan selesai," tegasnya.
Pembentukan tim yang melibatkan semua unsur langkah yang dianggap tepat untuk mengatasi dan memutus mata rantai dugaan permainan elpiji tersebut. (NACO/B-5)








