BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Muhammad Shaleh berharap agar pembenahan di RSUD dr Murjani Sampit usai pelaksanaan proyek multiyears ini harus dilakukan di sektor perparkiran.
Dia menekankan agar parkir yang diterapkan di rumah sakit itu dengan sistem elektronik. Karena rumah sakit dr Murjani sudah dibangun dengan anggaran besar, sehingga hal lain yang harus diperhatikan juga sistem parkirnya.
Shaleh menilai apabila bangunan senilai Rp149 miliar ini selesai, maka salah satu persoalan baru adalah areal parkir. Sebab di sisi selatan bangunan gedung itu ternyata sedikit menyisakan areal untuk parkir.
Shaleh menuturkan bangunan rumah sakit itu jika selesai nantinya memang cukup megah. Bahkan di Kalteng kemungkinan paling megah dengan asitektur bertingkat bahkan mampu menampung banyak pasien.
"Dari itu saya tanya ke pihak kontraktor saat sidak lalu, ternyata katanya dibagian utara maupim selatan rumah itu cukup sempit. Areal parkir selanjutnya diperkirakan lebih sempit dari sekarang, nah ini bagaiama," tukasnya.
--page
Sehingga kata dia perlu diingat bangunan mewah harus dibarengi dengan pelayanan yang maksimal juga, karena kalau cuma bangunannya megah tapi pelayanan masih tidak menigkat semuanya sia-sia saja termasuk parkir jangan dianggap remeh.
"Karena kalau penuh di mana kendaraan diparkir. Apa di badan jalan kan tidak mungkin, maka dari itu harus dipikirkan dari sekarang," pungkas politisi PAN itu. (NACO/B-5)








