MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh– Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara Masdulhaq melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah di dua kelurahan, Senin (7/1/2019). 

Dua kelurahan tersebut yakni Lanjas dan Melayu. Sedangkan sekolah yang disidak mulai dari tingkat SD hingga SMP.

Masdulhaq mengatakan, sidak dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat kedisiplinan para tenaga pendidik, baik yang berstatus PNS maupun non PNS. Khususnya tingkat keaktifan dan kedisiplinan mereka dalam mengajar.

“Mengingat berdasarkan kalender pendidikan Kabupaten Barito Utara, seluruh sekolah sudah mulai aktif kembali pada 3 Januari 2019 untuk semester II tahun ajaran 2018/2019,” kata Masdulhaq.

Dari hasil sidak di sembilan sekolah dasar di dalam kota didapati tingkat kehadiran guru mencapai 95%. 

--page

“Ada beberapa orang guru yang tidak masuk kerja dikarenakan sakit, bahkan ada yang sakit parah karena stroke serta ada guru SD yang terserang kanker stadium 3b,” katanya.

Selain itu, didapat informasi salah seorang guru SD kurang begitu aktif mengajar lantaran tidak memperoleh tunjangan serifikasi. Guru yang bersangkutan kompentensinya tidak sesuai yaitu kualifikasi pendidikan hanya lulusan SMA. Sehingga menyebabkan kecemburuan dengan guru yang memperoleh tunjangan sertifikasi.

Lebih lanjut, Masdulhaq menuturkan, untuk SMP pada umumnya tenaga guru aktif dalam melaksanakan tugasnya. Hanya absensi para guru tidak diisi atau diparaf. Setelah dimintai konfirmasi absensi belum dibuat karena yang  bersangkutan masih izin.

“Sehingga guru yang hadir mengajar di sekolah itu tidak mengisi absensi. Hal itulah yang terkadang menyebabkan keterlambatan pengamprahan gaji, tunjangan daerah, dan tunjangan sertifikasi guru,” kata Masdulhaq.(RAMADANI/B-3)