BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi mengingatkan warga di daerah ini agar menghindari perceraian. Karena dampak perceraian sangat besar terhadap anak-anak hasil pernikahan.
"Bukannya saya sok tahu, namun saya sudah merasakan. Betapa buruknya jika terjadi perceraian, karena anak yang akan menjadi korban," ujar Supian Hadi, Selasa (8/1/2019).
Dirinya mengatakan, pasangan yang hendak bercerai adalah emosi saja yang dilibatkan. Bukan dari hati yang terdalam. Sehingga egopun dikeluarkan tanpa memikirkan dampak setelah terjadinya hal tersebut. Namun ketika hal itu terjadi sudah lama dan melihat anak-anak, maka akan muncul rasa penyesalan.
"Anak butuh panutan dan butuh kasih sayang kedua orangtuanya. Sehingga kalau orangtuanya bercerai, maka sedikit banyak akan mengganggu pertumbuhan mereka," ungkap Supian.
Selain itu, dirinya juga meminta kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di daerah ini agar menghindari perceraian. Karena mereka bukan hanya menjadi panutan bagi anak-anak mereka, tetapi menjadi panutan masyarakat di lingkungan tempat tinggal.
--page
"ASN ini sama saja dengan tokoh masyarakat, mereka menjadi panutan. Sehingga jangan sampai melakukan perceraian agar menjadi contoh yang baik bagi masyarakat," kata Supian.
Dengan adanya hal itupun, setiap kali ada ASN yang mengajukan perceraian, dirinya langsung memanggil pasangan tersebut dan memberikan masukan hingga memberikan waktu mereka untuk berpikir ulang.
"Jika memang benar ingin bercerai maka saya tidak melarang. Namun yang pasti harus melalui pemikiran yang matang agar tidak menjadi penyesalan di kemudian hari," terang Supian. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








